 Mau jual Apple iPod Shuffle 1Gb. Warna pink , , , harganya 300.000 IDR. sapa tau ada berminat , , boleh hubungi daku via multiply . . ato ngga sms ajah . . . 022-70980969 (agung) mau dipake buat bebenah motor . . hehehehe kondisi 98% (alias masih mulussss and baru . . . . baru dipake). hehehehe  ---------------------------------------- SOLD !!!
SOLD !!!!!-------------------------------------------------------- Di rumah lagi ada upside down aprilia , double disc. masih nempel sih di motor cb175. Rencana pengen jual upside down nya. tapi mungkin juga ama motornya. fotonya menyusul, abisnya kameranya blon pinjem ke temen. hehehehehe minta harga 2jt (bisa nego dikit lahhhh . . .  ). klo ama motornya , , , minta harga 8jt. semoga ajah fotonya dalam waktu dekat dah bisa diupload disini. sapa tau ada yang berminat , , , bisa hubungi saya langsung disini , , ato sms/call ke : 022-70980969. (saya , , agung). klo sms-nya ga dibales-bales, berarti kehabisan pulsa , , heheheh , , , harap maklum aja yah.
 Buat temen-temen yang pengen ikutan mecahin rekor dunia , , pasti don k pengen tahu rasanya, and juga pengen ikut terlibat di dalamnya. Tapi pada bingung gimana caranya ? and rekor apa yang mesti dipecahin ? wahhh .. bingung juga yah? heheheh . . Tapi tunggu dulu , , karena sekarang temen-temen dah pada bisa ikutan untuk mecahin rekor dunia, dan temen-temen dapat ikut terlibat di dalamnya. wowwww . . . . Btw , , rekok dunia apaan sih ?? yaitu rekor dunia "Software yang paling banyak di download dalam satu hari". yang mana diselenggarakan oleh firefox . . . software apakah itu? yaitu firefox 3! Ingin tau lebih banyak dan lebih lanjut ?? bisa liat langsung kesini.dan ingin ikutan terlibat di dalamnya juga ?? tentu semua orang bisa . . ayo ikut terlibat!!Yang pasti , , dengan ikut terlibat kegiatan ini , , ngga akan di tangkep, ga akan di anggap subversif, dan juga ga akan di gebukin ama massa FPI. hehehehe   Dengan nama acara : "Spread Firefox | Download Day 2008"Di seluruh dunia , , hingga saat ini sudah ikut terlibat 562.543 orang. Yang mana setiap harinya pasti akan bertambah. Untuk di Indonesia sendiri, baru sebanyak 1.933 orang yang menyatakan ikut terlibat dalam kegiatan ini. dan tebak , , kamu juga bisa ikut terlibat!!! Saat ini juga !!! . . ehehehee So . . ?? tunggu apa lagi ?? ayo buruan , , , daftar diri kamu sekarang juga . . ! ! !
Sekejap saya sempat memikirkan tentang hal ini . . ."suatu negara, badmintonnya akan terkenal dan maju, apabila ada pasangan dalam team badminton negara tersebut". hehehehe . . . ga tau kenapa , , muncul aja pikiran kayak gituh. Setelah tau , , ternyata Lin Dan (badmintoners putra china) dan Xie Xingfang (badmintoners putri china) adalah sepasang kekasih. ckckckckcck . . . . Dan ternyata , , badminton negeri china , , maju dan menjadi yang terbaik.  Lalu apa kaitannya dengan badminton ?? apalagi Indonesia ?? sempet juga kepikiran , , kepada dua orang pahlawan Indonesia , , Alan Budikusuma dan Susi Susanti. hehehehe . . . . kita tau , , mereka adalah sepasang lovers .. cieeee . . . . Dan saat mereka lagi hangat²nya , , badminton Indonesia pun luar biasa gagah perkasa. Dan saat ini bagaimana ?? saya sih ngga tau apakah ada sepasang kekasih di tubuh team Indonesia (ato mungkin kuper) . . tapi , , yang saya tau , , di team china , , ada sepasang kekasih. Dan lihat saja , , team china menjadi yang terbaik saat ini. So . . ?? apakah demi menggagahi badminton Indonesia , , mesti ada sepasang kekasih lagi di dalam team badminton Indonesia ?? heheheh . . . percaya ga percaya , , , bagaimana anda menyikapinya. "Klo kekasihnya seorang anak pejabat gimana ???"  nahhhh . . . klo itu sih , , dah kebuktian , , ama Taufik Hidayat. hehehehehe . . . Mertuanya (Agum Gumelar) kalah di pemilihan gubernur Jabar. aduhhhh , , , malah jadi ngerembet ke menantunya , , kalah (lebih tepatnya memble) di piala thomas . . . . hmmmm . . . . kudu ada banyak mak comblang di kubu team Indonesia . . . supaya bisa gagah kembali badminton Indonesia , , , , ,
 what a shock , , , itulah berita pagi hari yang saya baca sewaktu bangun tidur , , minum segelas teh , , membakar sebatang rokok, dan membaca satu eksemplar koran. Headline yang merupakan Heading 1 (wekekek , , jadi inget html). berjudul : Kapolsek Bogor Utara Nyabu di Ruang Kerja. Wow . . sebuah berita yang tentunya menurut saya membuat kapolri dan kapolda jabar kebakaran jenggot. Tapi mungkin juga itu merupakan sebuah upaya dari kapolri untuk memberikan bukti dan mengembalikan nama baik Polri (btw , , emang dari dulu polri punya nama baik???) kurang lebih ini beritanya . . . (berhubung website koran ini tidak terupdate pada hari minggu, mungkin karena lagi libur , , and saya juga lagi males ngetik , , karena sekarang tuh waktunya untuk merokok, minum teh , baca koran dan , , browsing²). sumber : galamedia, bandung. (korannya warga bandung , dan bobotoh persib). hehehehe .. promosiin ah , ,
Bogor,(GM). Sejumlah aparat dari Mabes Polri menangkap basah Kapolsek Bogor Utara, AKP ER sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di ruang kerjanya, jl.pajajaran Bogor, sabtu (26/4) sekitar pukul 02.00 WIB. AKP ER menikmati sabu-sabu bersama seoarang warga sipil di ruang kerjanya. Hingga semalam belum ada konfirmasi identitas warga sipil yang ikut ditangkap tersebut (mungkin saja intel kli yah??). Beberapa saat setelah penangkapan, polisi berpangkat AKP itu langsung digelandang untuk menjalani proses hukum di polwil Bogor.Yang kemudian dibawa ke Mapolda Jabar di jl.soekarno-hatta, Bandung. Beberapa keterangan menyebutkan, ER sudah menjadi target operasi (TO) Mabes Polri sejak lama, karena disebut-sebut sebagai pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Kapolda Jabar, Irjen Pol.Susno Duadji (apa kabar pak kapoldaaaa.............) saat dikonfirmasi melalui handphonenya membenarkan adanya penangkapan ER tersebut. katanya ER langsung dicopot dari jabatan untuk memudahkan pemeriksaan. Yang juga menyatakan bahwa saat ini, jajaran polri sedang giat-giatnya melakukan pembersihan internal terhadap anggota polri yang melanggar disiplin maupun tindak pidana. --------------------------------------------------------
ahhhh sudah dulu ahhhh . . cape ngetik , , (males). yah kurang lebih gitu beritanya , , klo mau yang lebih lengkap , , bisa beli korannya , , ato ngga tinggal googling aja , , , hehehehe
outttt . . . .
 Ada beberapa alasan mengapa masalah stres yang berkaitan dengan organisasi perlu diangkat ke permukaan pada saat ini (Nimran, 1999:79-80). Di antaranya adalah: - Masalah stres adalah masalah yang akhir-akhir ini hangat dibicarakan, dan posisinya sangat penting dalam kaitannya dengan produkttfitas kerja karyawan.
- Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersumber dari luar organisasi,
stress juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam organisasi. Oleh karenanya perlu disadari dan dipahami keberadaannya. - Pemahaman akan sumber-sumber stres yang disertai dengan pemahaman
terhadap cara-cara mengatasinya, adalah penting sekali bagi karyawan dan siapa saja yang terlibat dalam organisasi demi kelangsungan organisasi yang sehat dan efektif. - Banyak di antara kita yang hampir pasti merupakan bagian dari satu atau
beberapa organisasi, baik sebagai atasan maupun sebagai bawahan, pernah mengalami stres meskipun dalam taraf yang amat rendah. - Dalam zaman kemajuan di segala bidang seperti sekarang ini manusia
semakin sibuk. Di situ pihak peraiatan kerja semakin modern dan efisien, dan di lain pihak beban kerja di satuan-satuan organisasi juga semakin bertambah. Keadaan ini tentu saja akan menuntut energi pegawai yang lebih besar dari yang sudah-sudah. Sebagai akibatnya, pengalaman-pengalaman yang disebut stres dalam taraf yang cukup tinggi menjadi semakin terasa.
Masalah-rnasalah tentang stres kerja pada dasarnya sering dikaitkan dengan pengertian stres yang terjadi di lingkungan pekerjaan, yaitu dalam proses interaksi antara seorang karyawan dengan aspek-aspek pekerjaannya. Di dalam membicarakan stres kerja ini perlu terlebih dahulu mengerti pengertian stres secara umum.
Pengertian Stres
Menurut Charles D, Spielberger (dalam Ilandoyo, 2001:63) menyebutkan bahwa stres adalah tuntutan-tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya obyek-obyek dalam lingkungan atau suatu stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga biasa diartikan sebagai tekanan, ketegangan atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. Cary Cooper dan Alison Straw (1995:8-15) mengemukakan gejala stres dapat berupa tanda-tanda berikut ini: - Fisik, yaitu nafas memburu, mulut dan kerongkongan kering, tangan
lembab, rnerasa panas, otot-otot tegang, pencemaan terganggu, sembelit, letih yang tidak beralasan, sakit kepala, salah urat dan gelisah. - Perilaku, yaitu perasaan bingung, cemas dan sedih, jengkel, saiah paham,
tidak berdaya, tidak mampu berbuat apa-apa, gelisah, gagal, tidak menarik, kehilangan semangat, sulit konsentrasi, sulit berfikir jemih, sulit membuat kcputusan, hilangnya kreatifitas, hilangnya gairah dalam penampilan dan hilangnya minat terhadap orang lain. - Watak dan kepribadian, yaitu sikap hati-hati menjadi cermat yang
berlebihan, cemas menjadi lekas panik, kurang percaya diri menjadi rawan, penjengkel menjadi meledak-ledak. Sedangkan gejala stres di tempat kerja, yaitu meliputi:
- Kepuasan kerja rendah
- Kinerja yang menurun
- Semangat dan energi menjadi hilang
- Komunikasi tidak lancar
- Pengambilan keputusan jelek
- Kreatifitas dan inovasi kurang
- Bergulat pada tugas-tugas yang tidak produktif.
Semua yang disebutkan di atas perlu dilihat dalam hubungannya dengan kualitas kerja dan interaksi normal individu sebelumnya. Menurut Braham (dalam Handoyo; 2001:68), gejala stres dapat bcrupa tanda-tanda berikut ini: - Fisik, yaitu sulit tidur atau tidur lidak teratur, sakit kepala, sulit buang air
besar, adanya gangguan pencemaan, radang usus, kuiit gatal-gatal, punggung terasa sakit, urat-urat pada bahu dan !eher terasa tegang, keringat berlebihan, berubah selera makan, tekanan darah tinggi atau serangan jantung, kehilangan energi. - Emosional, yaitu marah-marah, mudah tersinggung dan terlalu sensitif,
gelisah dan cemas, suasana hati mudah berubah-ubah, sedih, mudah menangis dan depresi, gugup, agresif terhadap orang lain dan mudah bermusuhan serta mudah menyerang, dan kelesuan mental. - Intelektual, yaitu mudah lupa, kacau pikirannya, daya ingat menurun, sulit
untuk berkonsentrasi, suka melamun berlebihan, pikiran hanya dipenuhi satu pikiran saja. - Interpersonal, yailu acuh dan mendiamkan orang lain, kepercayaan pada
orang lain menurun, mudah mengingkari janji pada orang lain, senang mencari kesalahan orang lain atau menyerang dengan kata-kata, menutup din secara berlebihan, dan mudah menyalahkan orang lain.
Dari beberapa uraian diatas, penulis menyimpulkan bahwa stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi seseorang dimana ia terpaksa memberikan tanggapan melcbihi kcrnampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu tuntutan eksternal (lingkungan). Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Sebagai hasilnya, pada diri para karyawan berkembang berbagai macam gejala stres yang dapat mengganggu pelaksanaan kerja mereka. Pengertian Stres Kerja
Gibson et al (dalam Yulianti, 2000:9) mengemukakan bahwa stress kerja dikonseptualisasi dari beberapa titik pandang, yaitu stres sebagai stimulus, stres sebagai respon dan stres sebagai stimulus-respon. Stres sebagai stimulus merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada lingkungan. Definisi stimulus memandang stres sebagai suatu kekuatan yang menekan individu untuk memberikan tanggapan terhadap stresor. Pendekatan ini memandang stres sebagai konsekuensi dari interaksi antara stimulus lingkungan dengan respon individu. Pendekatan stimulus-respon mendefinisikan stres sebagai konsekuensi dari interaksi antara stimulus lingkungan dengan respon individu. Stres dipandang tidak sekedar sebuah stimulus atau respon, melainkan stres merupakan hasil interaksi unik antara kondisi stimulus lingkungan dan kecenderungan individu untuk memberikan tanggapan. Luthans (dalam Yulianti, 2000:10) mendefinisikan stres sebagai suatu tanggapan dalam menyesuaikan diri yang dipengaruhi oleh perbedaan individu dan proses psikologis, sebagai konsekuensi dari tindakan Hngkungan, situasi atau peristiwa yang terlalu banyak mengadakan tuntutan psikologis dan fisik seseorang, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stres kerja timbul karena tuntutan lingkungan dan tanggapan setiap individu dalam menghadapinya dapat berbeda. Masalah Stres kerja di dalam organisasi perusahaan menjadi gejala yang penting diamati sejak mulai timbulnya tuntutan untuk efisien di dalam pekerjaan. Akibat adanya stres kerja tersebut yaitu orang menjadi nervous, merasakan kecemasan yang kronis, peningkatan ketegangan pada emosi, proses beriikir dan kondisi fisik individu. Selain itu, sebagai hasil dari adanya stres kerja karyawan mengalami beberapa gejala stres yang dapat mengancam dan mengganggu pelaksanaan kerja mereka, seperti : mudah marah dan agresi, tidak dapat relaks, emosi yang tidak stabil, sikap tidak mau bekerja sama, perasaan tidak mampu terlibat, dan kesulitan dalam masalah tidur. Di kalangan para pakar sampai saat ini belum terdapat kata sepakat dan kesamaan persepsi tentang batasan stres. Baron & Greenberg (dalam Margiati, 1999:71), mendefinisikan stres sebagai reaksi-reaksi emosional dan psikologis yang terjadi pada situasi dimana tujuan individu mendapat halangan dan tidak bisa mengatasinya. Aamodt (dalam Margiati, 1999:71) memandangnya sebagai respon adaptif yang merupakan karakteristik individual dan konsekuensi dan tindakan ekstcrnai, situasi atau peristiwa yang terjadi baik secara fisik maupun psikologis. Berbeda dengan pakar di atas, Landy (dalam Margiati, 1999:71) memahaminya sebagai ketidakseimbangan keinginan dan kemampuan memenuhinya sehingga menimbulkan konsekuensi pcnting bagi dirinya. Robbins memberikan definisi stres sebagai suatu kondisi dinamis di mana individu dihadapkan pada kesempatan, hambatan dan keinginan dan hasil yang diperoleh sangatlah penling tetapi tidak dapat dipastikan (Robbins dafam Dwiyanti, 2001:75). Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terjadinya stres kerja adalah dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara karakteristik kepribadian karyawan dengan karakteristik aspek-aspek pekerjaannya dan dapat terjadi pada semua kondisi pekerjaan. Adanya bcberapa atribut tertentu dapat rnempengaruhi daya tahan stres seorang karyawan. Faktor-faktor Penyebab Stres Kerja
Terdapat dua faktor penyebab atau sumber muncuinya stres atau stres kerja, yaitu faktor Hngkungan kerja dan faktor personal (Dwiyanti, 2001:75). Faktor lingkungan kerja dapat berupa kondisi fisik, manajemen kantor maupun hubungan sosial di lingkungan pekerjaan. Sedang faktor personal bisa berupa tipe kepribadian, perisliwa/pengalaman pribadi maupun kondisi sosial-ekonomi keluarga di mana pribadi berada dan mengembangkan diri. Betapapun faktor kedua tidak secara langsung berhubungan dengan kondisi pekerjaan, namun karena dampak yang ditimbulkan pekerjaan cukup besar, maka faktor pribadi ditcmpatkan sebagai sumber atau penyebab munculnya stres. Secara umum dikelompokkan sebagai berikut (Dwiyanti, 2001:77-79): - Tidak adanya dukungan sosial. Artinya, stres akan cendcrung muncul pada
para karyawan yang tidak mendapat dukungan dari lingkungan sosial mereka. Dukungan sosial di sini bisa berupa dukungan dari lingkungan pekerjaan maupun lingkungan keluarga. Banyak kasus menunjukkan bahwa, para karyawan yang mengalami stres kerja adalah mercka yang tidak mendapat dukungan (khususnya moril) dari keluarga, seperti orang tua, mertua, anak, teman dan semacamnya. Begitu juga ketika seseorang tidak memperoleh dukungan dari rekan sekerjanya (baik pimpinan maupun bawahan) akan cenderung lebih mudah terkena sires. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya dukungan social yang menyebabkan ketidaknyamanan menjalankan pekerjaan dan tugasnya. - Tidak adanya kesempatan bcrpartisipasi dalam pembuatan keputusan di
kantor. Hal ini berkaitan dengan hak dan kewenangan seseorang dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya. Banyak orang mengalami stres kerja ketika mereka tidak dapat memutuskan persoalan yang menjadi tanggung jawab dan kewcnangannya. Stres kerja juga bisa terjadi ketika seorang karyawan tidak dilibatkan dalam pembuatan keputusan yang menyangkut dirinya. - Pelecehan seksual. Yakni, kontak atau komunikasi yang berhubungan atau
dikonotasikan berkaitan dengan seks yang tidak diinginkan. Pelecehan seksual ini bisa dimulai dart yang paling kasar seperti memegang bagian badan yang sensitif, mengajak kencan dan semacamnya sampai yang paling halus berupa rayuan, pujian bahkan senyuman yang tidak pada konteksnya. Dari banyak kasus pelecehan seksual yang sering menyebabkan stres kerja adalah perlakuan kasar atau pengamayaan fisik dari lawan jenis dan janji promosi jabatan namun tak kunjung terwujud hanya karena wanita.. Stres akibat pelecehan seksual banyak terjadi pada negara yang tingkat kesadaran warga (khususnya wanita) terhadap persamaan jenis kclamin cukup tinggi, namun tidak ada undang-undang yang melindungmya (Baron and Greenberg dalam Margiati, 1999:72). - Kondisi lingkungan kerja. Kondisi lingkungan kerja fisik ini bisa berupa
suhu yang terlalu panas, terlalu dingin, tcrlalu sesak, kurang cahaya, dan semacamnya. Ruangan yang terlalu panas menyebabkan ketidaknyamanan seseorang dalam menjalankan pekerjaannya, begitu juga ruangan yang terlalu dingin. Panas tidak hanya dalam pengertian temperatur udara tetapi juga sirkulasi atau arus udara. Di samping itu, kebisingan juga memberi andil tidak kecil munculnya stres kerja, sebab beberapa orang sangat sensitif pada kebisingan dibanding yang lain (Muchinsky dalam Margiati, 1999:73). - Manajemen yang tidak sehat. Banyak orang yang stres dalam pekerjaan
ketika gaya kepemimpinan para manajernya cenderung neurotis, yakni seorang pemimpin yang sangat sensitif, tidak percaya orang lain (khususnya bawahan), perfeksionis, terlalu mendramatisir suasana hati atau peristiwa sehingga mempengaruhi pembuatan keputusan di tempat kerja. Situasi kerja atasan selalu mencurigai bawahan, membesarkan peristiwa/kejadian yang semestinya sepele dan semacamnya, seseorang akan tidak leluasa menjalankan pekerjaannya, yang pada akhirnya akan menimbulkan stres (Minner dalam Margiati, 1999:73). - Tipe kepribadian. Seseorang dengan kcpribadian tipe A cenderung
mengalami sires dibanding kepribadian tipe B. Bcbcrapa ciri kepribadian tipe A ini adalah sering merasa diburu-buru dalam menjalankan pekerjaannya, tidak sabaran, konsentrasi pada lebih dan satu pekerjaan pada waktu yang sama, cenderung tidak puas terhadap hidup (apa yang diraihnya), cenderung berkompetisi dengan orang lain meskipun dalam situasi atau peristiwa yang non kompetitif. Dengan begitu, bagi pihak perusahaan akan selalu mengalami dilema kctika mengambil pegawai dengan kepribadian tipe A. Sebab, di satu sisi akan memperoleh hasil yang bagus dan pekerjaan mereka, namun di sisi lain perusahaan akan mendapatkan pegawai yang mendapat resiko serangan/sakit jantung (Minner dalam Margiati, 1999:73). - Peristiwa/pengalaman pribadi. Stres kerja sering disebabkan pengalaman
pribadi yang menyakitkan, kematian pasangan, perceraian, sekolah, anak sakit atau gagal sekolah, kehamilan tidak diinginkan, peristiwa traumatis atau menghadapi masalah (pelanggaran) hukum. Banyak kasus menunjukkan bahwa tingkat stres paling tinggi terjadi pada seseorang yang ditinggal mati pasangannya, sementara yang paling rendah disebabkan oleh perpindahan tempat tinggal. Disamping itu, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, kesepian, perasaan tidak aman, juga termasuk kategori ini (Baron & Greenberg dalam Margiati, 1999:73).
Davis dan Newstrom (dalam Margiati, 1999:73) stres kerja disebabkan: - Adanya tugas yang terlalu banyak. Banyaknya tugas tidak selalu menjadi
penyebab stres, akan menjadi sumber stres bila banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan baik fisik maupun keahlian dan waktu yang tersedia bagi karyawan. - Supervisor yang kurang pandai. Scorang karyawan dalam menjalankan tugas
sehari-harinya biasanya di hawah bimbingan sekaligus mempertanggungjawabkan kepada supervisor. Jika seorang supervisor pandai dan menguasai tugas bawahan, ia akan membimbing dan memberi pengarahan atau instruksi secara baik dan benar. - Terbatasnya waktu dalam mengerjakan pekerjaan. Karyawan
biasanya mempunyai kemampuan normal menyelesaikan tugas kantor/perusahaan yang dibebankan kepadanya. Kemampuan bcrkaitan dengan keahlian, pcngalaman, dan waktu yang dimiliki. Dalam kondisi tertentu, pihak atasan seringkali memberikan tugas dengan waktu yang lerbatas. Akibatnya, karyawan dikejar waktu untuk menyelesaikan tugas sesuai tepat waktu yang ditetapkan atasan. - Kurang mendapat tanggungjawab yang memadai. Faktor ini berkaitan
dengan hak dan kewajiban karyawan. Atasan sering memberikan tugas kepada bawahannya tanpa diikuti kewenangan (hak) yang memadai. Sehingga, jika harus mengambil keputusan harus berkonsultasi, kadang menyerahkan sepenuhnya pada atasan. - Ambiguitas peran. Agar menghasilkan performan yang baik, karyawan perlu
mengetahui tujuan dari pekerjaan, apa yang diharapkan untuk dikerjakan serta scope dan tanggungjawab dari pekerjaan mereka. Saat tidak ada kepastian tentang definisi kerja dan apa yang diharapkan dari pekerjaannya akan timbul ambiguitas peran. - Perbedaan nilai dengan perusahaan. Situasi ini biasanya terjadi pada para
karyawan atau manajer yang mempunyai prinsip yang berkaitan dengan profesi yang digeluti maupun prinsip kemanusiaan yang dijunjung tinggi (altruisme). - Frustrasi. Dalam lingkungan kerja, perasaan frustrasi memang bisa
disebabkan banyak faktor. Faktor yang diduga berkaitan dengan frustrasi kerja adalah terhambatnya promosi, ketidakjelasan tugas dan wewenang serta penilaian/evaluasi staf, ketidakpuasan gaji yang diterima. - Perubahan tipe pekerjaan, khususnya jika hal terscbul tidak umum. Situasi
ini bisatimbul akibat mutasi yang tidak sesuai dengan keahlian dan jenjang karir yang di lalui atau mutasi pada perusahaan lain, meskipun dalam satu grup namun lokasinya dan status jabatan serta status perusahaannya berada di bawah perusahaan pertama. - Konflik peran. Terdapat dua tipe umum konflik peran yaitu (a) konflik peran
intersender, dimana pegawai berhadapan dengan harapan organisasi terhadapnya yang tidak konsisten dan tidak sesuai; (b) konflik peran intrasender, konflik peran ini kebanyakan terjadi pada karyawan atau manajer yang menduduki jabatan di dua struktur. Akibatnya, jika masing-masing struktur memprioritaskan pekerjaan yang tidak sama, akan berdampak pada karyawan atau manajer yang berada pada posisi dibawahnya, terutama jika mereka harus memilih salah satu alternative.
Sumber stres yang menyebabkan seseorang tidak berfungsi optimal atau yang menyebabkan seseorang jatuh sakit, tidak saja datang dari satu macam pembangkit tetapi dari beberapa pembangkit stres. Sebagian besar dari waktu manusia bekerja. Karena itu lingkungan pekerjaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan seseorang yang bekerja. Pembangkit stres di pekerjaan merupakan pembangkit stres yang besar perannya terhadap kurang berfungsinya atau jatuh sakitnya seseorang tenaga kerja yang bekerja. Faktor-faktor di pekerjaan yang bcrdasarkan penelitian dapat menimbulkan stres dapat dikelompokkan ke dalam lima kategon besar (lihat Gambar 2.1) yaitu faktor-faktor intrinsik dalam pekerjaan, peran dalam organisasi, pengembangan karir, hubungan dalam pekerjaan, serta stniktur dan iklim organisasi Hurrel (dalam Munandar, 2001:381 - 401): - Faktor-faktor Intrinsik dalam Pekerjaan
Termasuk dalam kategori ini ialah tuntutan fisik dan tuntutan tugas. Tuntutan fisik misalnya faktor kebisingan. Sedangkan faktor-faktor tugas mencakup: kerja malam, beban kerja, dan penghayatan dari resiko dan bahaya. - Peran Individu dalam Organisasi
Setiap tenaga kerja bekerja sesuai dengan perannya dalam organisasi, artinya setiap tenaga kerja mempunyai kelompok tugasnya yang harus dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan sesuai dengan yang diharapkan oleh atasannya. Namun demikian tenaga kerja tidak selalu berhasil untuk memainkan perannya tanpa menimbulkan masaiah. Kurang baik berfungsinya peran, yang merupakan pembangkit stres yaitu meiiputi: konflik peran dan ketaksaan peran (role ambiguity). - Pengembangan Karir
Unsur-unsur penting pengembangan karir meliputi:
- · Peluang untuk menggunakan ketrampilan jabatan sepenuhnya
- · Peluang mengembangkan kctrampilan yang baru
- · Penyuluhan karir untuk memudahkan keputusan-keputusan yang
menyangkut karir. Pengembangan karir merupakan pembangkit stres potensial yang mencakup ketidakpastian pekerjaan, promosi berlebih, dan promosi yang kurang. - Hubungan dalam Pekerjaan
Hubungan kerja yang tidak baik terungkap dalam gejala-gejala adanya kepercayaan yang rendah, dan minat yang rendah dalam pemecahan masalah dalam organisasi. Ketidakpercayaan secara positif berhubungan dengan ketaksaan peran yang tinggi, yang mengarah ke komunikasi antar pribadi yang tidak sesuai antara pekerja dan ketegangan psikologikal dalam bcntuk kepuasan pekerjaan yang rendah, penurunan dari kodisi kesehatan, dan rasa diancam oleh atasan dan rekanrekan kerjanya (Kahn dkk, dalam Munandar, 2001:395). - Struktur dan iklim Organisasi
Faktor stres yang dikenali dalam kategorf ini adalah terpusat pada sejauh mana tenaga kerja dapat tcrlihat atau berperan serta pada support sosial. Kurangnya peran serta atau partisipasi dalam pengambilan keputusan berhubungan dengan suasana hati dan perilaku negalif. Peningkatan peluang untuk berperan serta menghasilkan peningkatan produktivitas, dan peningkatan taraf dari kesehatan mental dan fisik. - Tuntutan dari Luar Organisasi/Pekerjaan
Kategori pembangkit stres potensial ini mencakup segala unsur kehidupan seseorang yang dapat berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa kehidupan dan kerja di dalam satu organisasi, dan dapat memberi tekanan pada individu. Isu-isu tentang keluarga, krisis kehidupan, kesulitan keuangan, keyakinan-keyakinan pribadi dan organisasi yang bertentangan, konflik antara tuntutan keluarga dan tuntutan perusahaan, semuanya dapat merupakan tekanan pada individu dalam pekerjaannya, sebagaimana halnya stres dalam pekerjaan mempunyai dampak yang negatif pada kehidupan keluarga dan pribadi. - Ciri-ciri Individu
Menurut pandangan intcraktifdari stres, stres ditcntukan pula oleh individunya scndiri, sejauh mana ia melihat situasinya scbagai penuh stres. Reaksireaksi sejauh mana ia melihat situasinya sebagai penuh stres. Reaksi-reaksi psikologis, fisiologis, dan dalam bentuk perilaku terhadap stres adalah hasil dari interaksi situasi dengan individunya, mcncakup ciri-ciri kepribadian yang khusus dan pola-pola perilaku yang didasarkan pada sikap, kebutuhan, nilai-nilai, pengalaman masa lalu, kcadaan kehidupan dan kecakapan (antara lain intcligensi, pendidikan, pelatihan, pembelajaran). Dengan demikian, faktor-faktor dalam diri individu berfungsi sebagai faktor pengaruh antara rangsang dari lingkungan yang merupakan pembangkit stres potensial dengan individu. Faktor pengubah ini yang menentukan bagaimana, dalam kenyataannya, individu bereaksi terhadap pembangkit stres potensial. Dampak Stres Kerja Pada KaryawanPengaruh stres kerja ada yang menguntungkan maupun merugikan bagi perusahaan. Namun pada taraf tertentu pengaruh yang menguntungkan perusahaan diharapkan akan rnemacu karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan scbaik-baiknya. Reaksi terhadap stress dapat merupakan reaksi bersifat psikis maupun fisik. Biasanya pekerja atau karyawan yang stress akan menunjukkan perubahan perilaku. Perubahan perilaku tcrjadi pada din manusia sebagai usaha mengatasi stres. Usaha mengatasi stres dapat berupa perilaku melawan stres (flight) atau freeze (berdiam diri). Dalam kehidupan sehari-hari ketiga reaksi ini biasanya dilakukan secara bergantian, tergantung situasi dan bentuk stres. Perubahan-perubahan ini di tempat kerja merupakan gejala-gejala individu yang mengalami stres antara lain (Margiati, 1999:78-79) : (a) bekerja melewati batas kemampuan, (b) kelerlambatan masuk kerja yang sering, (c) ketidakhadiran pekerjaan, (d) kesulitan membuat kepulusan, (e) kesalahan yang sembrono, (f) kelaiaian menyelesaikan pekerjaan, (g) lupa akan janji yang telah dibuat dan kegagalan diri sendiri, (h) kesulitan berhubungan dengan orang lain, (i) kerisauan tentang kesalahan yang dibuat, (j) Menunjukkan gejala fisik seperti pada alat pencernaan, tekanan darah tinggi, radang kulit, radang pernafasan. Strategi Manajemen Stres Kerja
Stres dalam pekerjaan dapat dicegah timbulnya dan dapat dihadapi tanpa memperoleh dampaknya yang negatif. Manajemen stres lebih daripada sekedar mengatasinya, yakni betajar menanggulanginya secara adaplif dan efektif. Hampir sama pentingnya untuk mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan dan apa yang harus dicoba. Sebagian para pengidap stres di tempat kerja akibat persaingan, sering melampiaskan dengan cara bekerja lebih keras yang berlebihan. Ini bukanlah cara efektif yang bahkan tidak menghasilkan apa-apa untuk memecahkan sebab dari stres, justru akan menambah masalah lebih jauh. Sebelum masuk ke cara-cara yang lebih spesifik untuk mengatasi stressor tertentu, harus diperhitungkan beberapa pedoman umum untuk memacu perubahan dan penaggulangan. Pemahaman prinsip dasar, menjadi bagian penting agar seseorang mampu merancang solusi terhadap masalah yang muncul terutama yang berkait dengan penyebab stres dalam hubungannya di tempat kerja. Dalam hubungannya dengan tempat kerja, stres dapat timbul pada beberapa tingkat, berjajar dari ketidakmampuan bekerja dengan baik dalam peranan tertentu karena kesalahpahaman atasan atau bawahan. Atau bahkan dari sebab tidak adanya ketrampilan (khususnya ketrampilan manajemen) hingga sekedar tidak menyukai seseorang dengan siapa harus bekerja secara dekat (Margiati, 1999:76). Suprihanto dkk (2003:63-64) mengatakan bahwa dari sudut pandang organisasi, manajemen mungkin tidak khawatir jika karyawannya mengalami stres yang ringan. Alasannya karena pada tingkat stres lertentu akan memberikan akibat positif, karena hal ini akan mendesak mereka untuk melakukan tugas lebih baik. Tetapi pada tingkat stres yang tinggi atau stres ringan yang berkepanjangan akan membuat menurunnya kinerja karyawan. Stres ringan mungkin akan memberikan keuntungan bagi organisasi, tetapi dari sudut pandang individu hal tersebut bukan merupakan hal yang diinginkan. Maka manajemen mungkin akan berpikir untuk menibcrikan tugas yang menyertakan stress ringan bagi karyawan untuk memberikan dorongan bagi karyawan, namun sebaliknya itu akan dirasakan sebagai tekanan oleh si pekerja. Maka diperlukan pendekatan yang tepat dalam mengelola stres, ada dua pendekatan yaitu pendekatan individu dan pendekatan organisasi. - Pendekatan Individual
Seorang karyawan dapat berusaha sendiri untuk mcngurangi level stresnya. Strategi yang bersifat individual yang cukup efektif yaitu; pengelolaan waktu, latihan fisik, latihan relaksasi, dan dukungan sosial. Dengan pengelolaan waktu yang baik maka seorang karyawan dapat menyelesaikan tugas dengan baik, tanpa adanya tuntutan kerja yang tergesa-gesa. Dengan latihan fisik dapat meningkatkan kondisi tubuh agar lebih prima sehingga mampu menghadapi tuntutan tugas yang berat. Selain itu untuk mengurangi sires yang dihadapi pekerja pcrlu dilakukan kegiatan-kegiatan santai. Dan sebagai stratcgi terakhir untuk mengurangi stres adalah dengan roengumpulkan sahabat, kolega, keluarga yang akan dapat memberikan dukungan dan saran-saran bagi dirinya. - Pendekatan Organisasional
Beberapa penyebab stres adalah tuntutan dari tugas dan peran serta struktur organisasi yang scmuanya dikendalikan oleh manajemen, schingga faktor-faktor itu dapat diubah. Oleh karena itu strategi-strategi yang mungkin digunakan oleh manajemen untuk mengurangi stres karyawannya adalah melalui seleksi dan penempatan, penetapan tujuan, redesain pekerjaan, pengambilan keputusan partisipatif, komunikasi organisasional, dan program kesejahteraan. Melalui strategi tersebut akan menyebabkan karyawan memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya dan mereka bekerja untuk tujuan yang mereka inginkan serta adanya hubungan interpersonal yang sehat serta perawatan terhadap kondisi fisik dan mental.
 Sumber : KompasUntuk mendukung program pemerintah berkait penghematan energi, Dinas Perhubungan Provinsi Jambi menggunakan lampu pengatur lalulintas ( traffic light) tenaga surya. Menurut Kepala Subdinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Jambi Joko Mulyono, Senin (24/3), secara bertahap lampu pengatur yang sebelumnya menggunakan listrik PLN akan diganti dengan tekhnologi yang menggunakan tenaga surya. Di Kota Jambi saat ini terdapat 18 lampu pengatur lalulintas yang sebagian besar berusia cukup lama atau sudah habis umur teknisnya, sehingga layak untuk diganti. Dari jumlah itu, memang baru ada satu yabg menggunakan tenaga surya. Hasilnya ternyata bagus, bahkan tidak terpengaruh oleh seringnya listrik padam di Kota Jambi. Lampu lalu lintas tenag surya itu juga cukup hemat. Untuk sel yang menyerap sinar matahari selama tiga jam saja, bisa digunakan untuk dua hari.
Para ahli supranatural menyarankan kepada lelaki agar menghindari perempuan yang tidur tanpa bantal. Konon, perempuan seperti itu terlalu percaya diri (over confidence). Benarkah cara memanfaatkan bantal dapat menggambarkan sifat-sifat perempuan? Ahli supranatural sudah banyak mengupas tentang bagaimana meramal watak perempuan dengan melihat posisi tidurnya. Kini analisa mereka terus berkembang. Mereka mulai memperhatikan cara-cara perempuan memanfaatkan bantal yang ada di tempat tidurnya. Mereka percaya bahwa sifat perempuan pun dapat diramal dari cara mereka memperlakukan bantalnya. Maklum, tiap perempuan punya cara yang berbeda-beda. Ada yang tidak suka tidur tanpa bantal, ada yang senang memeluk bantal bahkan ada yang hobi meletakkan bantak di bawah kakinya. Inilah cara meraba sifat perempuan berdasarkan cara memanfaatkan bantal: Memeluk bantal. Perempuan yang senang memeluk bantal biasanya mempunya jiwa seni (sense of art) yang tinggi. Mereka mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap lukisan, musik maupun kesusastraan. Perasaannya halus dan romantis. Kadang-kadang mereka bisa `membaca' persitiwa-peristiwa yang akan terjadi melalui mimpi. Bukan hanya itu, mereka juga sangat peduli terhadap norma-norma kesusilaan. Namun, perempuan seperti ini cenderung memiliki badan yang kurus. Tidur dengan satu bantal. Perempuan yang suka tidur dengan satu bantak adalah perempuan normal. Tidak suka mengada-ada dan bisa menerima keadaan yang sebenarnya. Menggunakan banyak bantal. Perempuan yang menggunakan lebih dari satu bantal biasanya kurang percaya diri. Dalam kehidupan sehari- hari mereka membutuhkan pendamping. Maklum, sifatnya cenderung dependent. Meletakkan bantal di bawah kaki. Perempuan inilah yang menurut para ahli mempunyai sifat kurang baik. Mereka cenderung egois sehingga kaku dalam pergaulan. Perempuan ini juga gemar menempuh jalan pintas untuk mencapai cita-citanya. Tanpa bantal. Biasanya perempuan yang tidak suka tidur dengan bantal memiliki sifat percaya diri. Sayang, kadang-kadang mereka terlalu percaya diri alias PD. Sifat over confidence ini bisa berkembang menjadi sifat egois. Nah, sekaranag pacar atau istri Anda termasuk perempuan yang mana?
 | Teamwork | Apr 10, '08 9:54 AM for everyone |
 Teamworkoleh : Johanes PapuTeam e-psikologi
Dalam dunia usaha, penggunaan teamwork seringkali merupakan solusi terbaik untuk mencapai suatu kesuksesan. Teamwork yang solid akan memudahkan manajemen dalam mendelegasikan tugas-tugas organisasi. Namun demikian untuk membentuk sebuah team yang solid dibutuhkan komitmen tinggi dari manajemen. Hal terpenting adalah bahwa teamwork harus dilihat sebagai suatu sumber dayang yang harus dikembangkan dan dibina sama seperti sumber daya yang lain, yang ada dalam perusahaan. Proses pembentukan, pemeliharaan dan pembinaan teamwork harus dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari team tersebut, sehingga segala sesuatu berjalan secara normal sebagai suatu aktivitas sebuah teamwork, meskipun pada kondisi tertentu manajemen dapat melakukan intervensi.
Definisi Teamwork
Secara umum teamwork dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai tujuan. Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas, serta saling tergantung antara yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan dalam satu proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar anggota kelompok.
Ketika seseorang bekerja di dalam kelompok (team), akan ada dua isu yang muncul. Pertama adalah adanya tugas-tugas (task) dan maslah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian team. Kedua, adalah proses yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai unit kerja dari perusahaan, proses interaksi di dalam team, dan lain-lain. Dengan kata lain, proses menunjuk pada semangat kerjasama, koordinasi, prosedur yang harus dilakukan dan disepakati seluruh anggota, dan hal-hal lainnya yang berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan antar individu dalam kelompok itu. Tanpa memperhatikan proses, maka sebuah teamwork tidak akan memiliki nilai apa-apa bagi perusahaan dan hanya akan menjadi sumber masalah bagi perusahaan dalam pembentukan sebuah teamwok. Sebaliknya, jika proses tersebut ada dalam sekumpulan orang yang bekerjasama, maka performance mereka akan meningkat, karena akan mendapat dukungan secara teknis maupun moral.
Mengapa Teamwork Diperlukan?
Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan. Selain itu ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam yang dimiliki oleh anggoya juga merupakan nilai tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan seorang individu yang brilian sekalipun.
Sebuah team dapat dilihat sebagai suatu unit yang mengatur dirinya sendiri. Rentangan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki anggota dan self "monitoring" yang ditunjukan oleh masing-masing team memungkinkannya untuk diberikan suatu tugas dan tanggungjawab. Bahkan ketika suatu masalah tersebut dapat diputuskan oleh satu orang saja, melibatkan teamwork akan memberikan beberapa keuntungan. keuntungan tersebut adalah : pertama keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi team dalam pelaksanaannya. Kedua, keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh team dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang saja.
Bila dilihat dari perspektif individu, dengan masuknya ia ke dalam suatu kelompok (team), maka hal tersebut akan menambah semangat juang/motivasi untuk mencapai sesuatu prestasi yang mungkin tidak akan pernah dapat dicapai seorang diri oleh individu tersebut. Hal ini dapat terjadi karena team mendorong setiap anggotanya untuk memiliki wewenang dan tanggungjawab sehingga meningkatkan harga diri setiap orang.
Siklus Hidup Sebuah Teamwork secara umum perkembangan sebuah team dapat dibagi dalam 4 tahap :
- Forming, adalah tahapan dimana para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu team. Karena kelompok baru dibentuk, maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat, dan cara kerja sendiri-sendiri. Konflik sangat jarang terjadi, setiap orang masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali tean yang sudah dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
- Storming, adalah tahapan dimana kekacauan mulai timbul di dalam team. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah-masalah pribadi, semua ngotot dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang tidak mau lagi menjadi pendengar dan sebagian lagi tidak mau berbicara secara terbuka.
- Norming, adalah tahapan dimana individu-individu dan sub group yang ada dalam team mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). karena semangat kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota team. Selain itu, semua orang mulai mau menjadi pendengar yang baik. Mekanisme kerja dan aturan-aturan main ditetapkan dan ditaati seluruh anggota.
- Performing, tahapan ini merupakan titik kulminasi dimana team sudah berhasil membangun system yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan team akan terlihat dari prestasi yang ditunjukkan.
Ketrampilan yang Diperlukan Ada dua ketrampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu : - Ketrampilan Managerial (managerial skills), termasuk kemampuan dalam membuat rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.
- Ketrampilan interpersonal (interpersonal skills), termasuk kemampuan berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.
Buat semua CB'ers . . ayo ikutan jalan2 ke kuningan. Dalam rangka ada brother yang menikah disana. hehehehehe kan enak tuh , , jalan2 , , makan gratis , , joget pulaaaa . . . wekekekekek . . . Berangkat tanggal 19 april , , berlabuh di bandung tanggal 20 april. Soal waktu perginya , , ntar di update lagih. (blon ada kesepakatan waktu). Mungkin kayak waktu ke purwakarta , , sekitar sore/malem. Pulang lagih siang/sore. jadi nyampe sini ya malem kayaknya. Ga tau juga , , liat sikon. ditunggu yah kehadirannya semua. hayu ah , , urang tandang , , , --------------------------------- Update :berangkat , , jam 7 malem. kumpulnya di geologi.

dapet Tips & Tricks dari Detikinet , , pasti tadi pagi bangun tidur lagi baca-baca berita di detik. Yaitu , , 5 langkah mengganti logo google dengan nama anda. Ya seperti yang keliatan di gambar di atas. hehehehehe . . . . ini langkah-langkahnya :
- Buka situs http://www.funnylogo.info/create.asp
- Masukan nama anda.
- Tentukan style tulisan yang diinginkan, misalnya google style
- Klik "Create My Search Engine"
- Setelah itu akan muncul tampilan situs google dengan logo yang kita inginkan.
Untuk membuat tampilan tersebut menjadi halaman default ketika anda membuka browser, copy alamat yang tertera pada address. Untuk yang pake Internet Explorer (IE) :1. Klik Menu Tools ---> internet options 2. Pilih Tab General, lalu ubah field home page dengan alamat tersebut Untuk yang pake Mozilla :1. Klik Menu Tools ---> options 2. Pilih Main Tab, lalu ubah field homepage dengan alamat tersebut 3. Pada field "when firefox starts", pilih settingan "Show my homepage", lalu klik OK Klo dah semua itu , , , tinggal coba buka browser dan lihat hasilnya . . . hehehehehe . . . baguslah , , cocok buat menghibur diri sendiri dan narsis-narsisan . . . ahiak...ahiak....ahiak..... 
 duh , , , ngeliat foto ini , bagus euy . . . mata ama bibirnya , , indah bener . . . aih . .
buat rekan-rekan CB'ers , , dimana pun berada , , , ayo , , , kita kumpul bareng. Rencananya tanggal 16 nanti , hari minggu jam 2 siang, mo diliput ama PJTV. Ayo-ayo , , kita jalan-jalan bareng. hehehehehehe . . . . . di tunggu yah . . . mayan loh , , motornya ntar masuk TV. wekekekeke . . .  --------------------------------------------------------------------------- tQ buat temen-temen yang dah pada hadir dan ikut memeriahkan salah satu kegiatan.oh iya , , , dapat disimak cuplikan acaranya di PJTV , , hari Rabu (19-03-2008) pukul 20.00 WIB. Rame euy , , , ulah hilap nya , , lalajoan barudak tah , , wakakakakaka
Dah pada tau kan rentenir itu apaan? lintah darat tau juga kan? sama lah mungkin artinya. Dulu waktu pelajaran jaman PSPB , ato ngga PMP , klo sekarang mungkin PPKn ato Kewarganegaraan, dengan giat kita diberitahukan tentang jahatnya rentenir bahkan hingga rentenir adalah suatu tindakan yang melanggar hukum.Tapi itu seingat saya waktu jaman SD. Pasti dibahas di buku-buku PSPB/PMP itu. Sekarang sih penasaran saya, apakah masih juga dibahas tentang rentenir, di buku-buku Kewarganegaraan/PPKn jaman sekarang. hmmmm . . . yang pasti sih saya ngga tau. Saat saya kuliah pun, saat belajar mata kuliah Hukum Bisnis, tampak tidak dibahas sedikit pun tentang rentenir ini. Ato mungkin dibahas di mata kuliah yang laen kli yah , , klo di fajultas hukum dibahas ngga yah ? (beri pencerahan plisss...).
Nah mengingat tentang rentenir itu, saya jadi merasa risih dengan fenomena maraknya praktek rentenir , , dengan berkedok koperasi. Koperasi simpan pinjam setahu saya sih. Tapi , , pemerintah koQ seakan menutup mata yah? masa sih , , hal yang seperti itu ngga tau pemerintah ini? saya yakin, semua alibi pemerintah tentang rentenir berkedok koperasi ini PASTI hanyalah BUALAN / BOHONG belaka. Melihat perputaran uang para rentenir berkedok koperasi ini mencapai Rp.180 Miliar per tahunnya. (sumber : pikiran rakyat). Nah kan , , pikiran rakyat aja tau tentang ini. Masa sih , , masa , , pemerintah , , malu donk ah. Alibi PASTI ditolak. ato jangan....jangan...... ?????
Yang saya herankan tuh , , , NGGA MUNGKIN !!!! pemerintah ngga tau soal ini (klo mereka ngga mikirin perut mereka sendiri). Udah tau rentenir , , tapi koQ ada surat ijin usahanya segala ?????? aneh kan ?????? Dapet dari mana surat ijin usahanya ? (ah,,paling alibi pemerintah tuh , , mereka bikin surat ijin palsu). Alibinya kayaknya ngga jauh dari itu. Saya biasa nongkrong di warung kopi tiap hari. Baik itu pagi hari ato malem melepas penat segala aktifitas. Dan setiap hari , , saya melihat kegiatan mereka. Yang menagih lah , , yang meminjam lah , , dan yang hanya sekedar melihatnya (seperti saya),dll. Sekarang sudah seperti suatu hal yang bebas. para pegawai dari bos rentenir menawar-nawarkan uangnya / pinjaman ke pedagang-pedagang, ato pengangguran, ato tukang ojeg,dll. Bahkan setahu saya, hingga kepada ibu-ibu rumah tangga yang notabene sudah cukup hingga yang hidup lebih dari kata cukup.
So . . ? kenapa sih bisa seperti ini ? Apakah karena kebutuhan yang semakin meningkat? Ato karena kosumtifnya nilai hidup manusia Indonesia? Ato karena "nilai/penghargaan" buat manusia di Indonesia yang kecil? (alias gaji yang kecil). Saya penah coba menghitung-hitung pendapatan - pengeluaran. Misalkan seseorang mendapatkan pendapatan Rp.800.000/bulan. kita bisa hitung, dikurangi biaya sewa kamar/kost Rp.200.000-Rp300.000, dikurangi ongkos ke tempat kerja (yang semakin mahal) Rp.150.000/bulan, dikurangi biaya makan Rp.300.000/bulan. Dah kurangin aja dulu segitu, Rp.800.000 - Rp 750.000 = Rp.50.000. Hmmmm , , , Rp.50.000 cukup buat apaan? beli celana dan baju ? yang pasti kudu yang bekas. Nabung buat beli sepeda? paling juga beli sepeda curian. Lalu ? cita-cita pengen megang HP ato pengen jalan-jalan, ato mungkin pengen nyobain yang namanya nonton di bioskop. paling cukup buat sendirian. Nabung buat beli DVD to VCD ? wah . . ntar lagi deh. So . . . ? sampai kapan gini terus ? ya ngga tau. Banyak orang kaya (yang ngga pernah ngerasain hidup sangat susah) bilang klo mereka adalah orang-orang yang pemalas, ato ngga mau bekerja keras. Klo saya bilang sih , , mereka yang ngomong gitu tuh , , bicaranya terlalu depan/udah off side. Dengan gaji segitu, kerja dari jam 7 - 5 sore.Blon lagi ditambah dengan cape dan waktu yang habis diperjalanan pergi ato pun pulang kerja. Terus malam nya kudu bekerja lagi ? wait a moment plsss . . . Tentunya pada tau gimana sih rasanya kerja itu? nah . . . Gambaran diatas , , saya dapatkan dari seringnya saya ngobrol ama orang-orang dari kalangan seperti itu. (Alhamdulillah Ya Allah , , puji dan syukur hanya kepada-Mu. Engkau telah berikan Nikmat yang begitu besar bagiku). Mereka hidup dalam rata-rata dalam posisi hidup segan,mati pun enggan. Mereka seperti dalam keadaan dimana mereka tidak mempunyai banyak pilihan. Bahkan tidak mempunyai sama sekali pilihan.
Ah . . . sedih saya melihat banyak sekali manusia yang hidup seperti itu. Makanya , , bagi siapapun juga anda. Bersujud dan Bersyukurlah . . . atas segala Nikmat yang telah diberikanNya. Karena , , , orang-orang yang biasa hidup "di atas" sama sekali tidak tahu sedikit pun tentang rasanya hidup "di bawah". Apalagi bagi orang-orang yang tidak pernah mengalaminya. Duh , , jadi sedih saya, melihat sebuah keluarga itu disana, melihat teman-teman saya yang tidak mempunyai pilihan, melihat orang-orang yang tidak tahu harus kemana dan harus bagaimana. Ya Allah , , , berikanlah Nikmat bagi mereka , , meski hanya secuil dari kenikmatan hidup ini di dunia, bagi mereka , , merupakan kebahagiaan yang sangat luar biasa. Ya Allah , , , Lindungilah mereka dari segala godaan yang dapat menghancurkan hidup mereka masing-masing.
Duh , , dari judul rentenir , , malah jadi curhat gini. ah biarin lah . . .
Dasar Rentenir . . . . Just Go To The Sea ! ! ! ! ! ! (maaf dikit maksa . . eheheheh)
ini dia salah satu motor classic yang keren , , , triumph Tiger100SS 1965 ama Bonneville 750 1977 . . wow . . . pokoknya motor yang mantabh. kapan yah , , saya bisa punya yang seperti itu dua . . hehehehe . . . ngayal dikit gpp lah. motornya cantik luar dalam . . .  klo di ibaratkan cewe sih , , ibarat istri ku. hehehehehe cantik luar dalam . . . . nih pelototin aja deh gambar-gambarnya , , bikin ngiler aja
 yang di atas nih , , , Triumph Tiger 100SS 1965
 nah , , klo yang di atas ini, Triumph Bonneville750 1977
barusan isenk-isenk googling tentang direktory dalam web, buat kerjaan ama Tn.Rogers Steve McBam² (seorang pakar Phsiologicum Mathematrix). And pasti lagi asik-asiknya googling, saya menemukan sebuah link yang menarik. hehehehe.... Tentang bagaimana paranormal itu , berserta dengan pembodohannya terhadap masyarakat, dan lain-lain. Tapi itu semua terserah bagaimana anda menyikapinya. Tentu saja bakalan ada pro dan kontra. Namun ya sekali lagi , , terserah bagaimana anda menyikapinya. link yang menarik untuk dibaca dan dicari kebenarannya. hahahahahah , , , silakan dilihat-lihat pada LINK berikut ini...  sekian duluw , , bubyeeee , , , mo ngejemput istri tercinta pulang kerja  juga ada ini . . . Surat Terbuka Pramoedya Ananta Toer kepada Keith Foulcher
selamat membaca semuanya heheheheh 
buat yg mendeface blog sayah. anda seorang banci pengecut !! dan semoga saja kita bisa bertemu di dunia NYATA ! ! biar saya deface muka asli kamu :D hhehehehehe . . . . dah ah , , semoga kita bisa bertemu di dunia NYATA ! ! ! Oh iya , , yg marah bukan hanya saya loh. Tapi semua anak-anak CB Bandung. yang melihat ini, semua merasa tersinggung dan sakit hati. Anda tidak melihat tempat untuk melakukan sesuatu yang telah menghina seseorang atau kelompok. Anda bukanlah seorang hacker atau pun defacer yang punya etika. Memalukan ! ! ! !
Dalam ilmu management, seorang manager harus mengetahui perilaku individu. Dimana setiap individu ini tentu saja memiliki karakteristik individu yang menentukan terhadap perilaku individu. Yang pada akhirnya menghasilkan sebuah motivasi individu. Karakteristik individu dalam organisasi antara lain :- Umur
- Jenis kelamin
- Status kawin
- masa kerja
- kemampuan fisik
- kemampuan intelektual
- Kepribadian
- Proses belajar
- Persepsi
- Sikap
- Kepuasan kerja
Perilaku Individu dalam organisasi antara lain :- Produktifitas kerja
- Kepuasan kerja
- Tingkat absensi
- Tingkat turnover
Pertama, mari kita membahas tentang dasar-dasar Perilaku Individu yang mempunyai karakteristik individu. 1. karakteristik biografis
yaitu karakteristik pribadi seperti umur, jenis kelamin, dan status kawin yang objektif dan mudah diperoleh dari rekaman pribadi. Umur (age)- hubungan Umur - Turnover = umur meningkat maka tingkat turnover menurun. Alasannya karena alternatif pekerjaan (option) yang semakin sedikit, penghasilan lebih tinggi yang telah diperoleh, dan tunjangan pensiun yang lebih menarik.
- Hubungan Umur - Absensi = Umur meningkat, maka ketidakhadiran yang disengaja menurun, dan ketidakhadiran yang tidak disengaja meningkat pula. Mengingat umur yang bertambah berarti adanya keluarga yang harus dibina. ketidakhadiran yang disengaja jarang sekali dilakukan, karena melihat pada nilai gaji yang terpotong bila tidak masuk kerja. Dan ketidakhadiran yang tidak disengaja meningkat pula, contoh : bila ada salah satu anaknya yang sakit.
- Hubungan Umur - Produktivitas = umur meningkat, maka produktifitas menurun. Alasan : menurunnya kecepatan, kecekatan, dan kekuatan. Juga meningkatnya kejenuhan atau kebosanan, dan kurangnya rangsangan intelektual. Namun ada juga study yang mengemukakan bahwa hubungan umur dengan produktifitas ternyata tidak ada hubungannya sama sekali. Dengan alasan : menurunnya ketrampilan jasmani tidak cukup ekstrem bagi menurunnya produktifitas. Dan meningkatnya umur biasanya diimbangi dengan meningkatnya pengalaman.
- hubungan umur - kepuasan kerja =
- bagi karyawan profesional : umur meningkat, kepuasan kerja juga meningkat
- karyawan non-profesional : kepuasan merosot selama usia tengah baya dan kemudian naik lagi dalam tahun-tahun selanjutnya. Bila digambarkan dalam bentuk kurva, akan berbentuk kurva U ("U" curve).
Jenis kelamin (gender)- tidak ada beda yang signifikan / bermakna dalam produktifitas kerja antara pria dengan wanita.
- tidak ada bukti yang menyatakan bahwa jenis kelamin karyawan memperngaruhi kepuasan kerja.
- hubungan gender - turnover = beberapa studi menjumpai bahwa wanita mempunyai tingkat keluar yang lebih tinggi, dan studi lain menjumpai tidak ada perbedaan antara hubungan keduanya.
- hubungan gender - absensi = wanita mempunyai tingkat absensi yang lebih tinggi (lebih sering mangkir). dengan alasan : wanita memikul tanggung jawab rumah tangga dan keluarga yang lebih besar, juga jangan lupa dengan masalah kewanitaan.
Status kawin (martial status)- tidak ada studi yang cukup untu menyimpulkan mengenai efek status perkawinan terhadap produktifitas.
- karyawan yang menikah lebih sediki absensinya, pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaannya.
Masa kerja- tidak ada alasan bahwa karyawan yang lebih lama bekerja (senior) akan lebih produktif dari pada yang junior.
- senioritas / masa kerja berkaitan secara negatif dengan kemangkiran dan dengan tingkat turnover.
- masa kerja tinggi , tingkat absensi dan turnover rendah
- masa kerja rendah, tingkat absensi dan turnover tinggi
Keduanya hal di atas berkaitan secara negatif - masa kerja tinggi, kepuasan kerja tinggi
- masa kerja rendah, kepuasan kerja rendah
kedua hal di atas berkaitan secara positif 2. Kemampuanyaitu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan. - kemampuan intelektual. merupakan kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental. misalnya : berpikir,menganalisis, memahami. yang mana dapat diukur dalam berbrntuk tes (tes IQ). Dan setiap orang punya kemampuan yang berbeda.
- kemampuan fisik. merupakan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan dan kekuatan.
3. Kepribadianmerupakan cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. kepribadian terbentuk dari faktor keturunan, juga lingkungan (budaya, norma keluarga dan pengaruh lainnya), dan juga situasi. ciri dari kepribadian adalah :merupakan karakteristik yang bertahan, yang membedakan perilaku seorang individu, seperti sifat malu, agresif, mengalah, malas, ambisius, setia. 4. Proses belajar (pembelajaran)adalah bagaimana kita dapat menjelaskan dan meramalkan perilaku, dan pahami bagaimana orang belajar. belajar adalah : setiap perubahan yang relatif permanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman. - belajar melibatkan perubahan (baik ataupun buruk)
- perubahan harus relatif permanen
- belajar berlangsung jika ada perubahan tindakan / perilaku
- beberapa bentuk pengalaman diperlukan untuk belajar. pengalaman dapat diperoleh lewat pengamatan langsung atau tidak langsung (membaca) atau lewat praktek.
5. Persepsimerupakan suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungannya. distorsi persepsi (penyimpangan persepsi) :- persepsi selektif, orang-orang yang secara selektif menafsirkan apa yang mereka saksikan berdasarkan kepentingan, latar belakang, pengalaman, dan sikap.
- efek halo, menarik suatu kesan umum mengenai individu berdasarkan suatu karakteristik tunggal (kesan pertama)
- efek kontras, evaluasi dari karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan dengan orang lain yang baru dijumpai, yang berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah pada karakteristik yang sama.
- proyeksi, menghubungkan karakteristik pribadinya terhadap karakteristik pribadi orang lain.
- stereotype, menilai seseorang atas dasar persepsi kita terhadap kelompok dari orang tersebut (menggeneralisasikan)
6. Sikapadalah pernyataan atau pertimbangan evaluatif (menguntungkan atau tidak menguntungkan) mengenai objek, orang dan peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan mengenai sesuatu. Dalam perilaku organisasi, pemahaman atas sikap penting, karena sikap mempengaruhi perilaku kerja. komponen sikap :- kognitif, segmen pendapat atau keyakinan dari suatu sikap
- afektif, segmen emosional dari suatu sikap
- perilaku,suatu maksud untuk perilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.
7. Kepuasan kerjaadalah suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. atau persaan senang atau tidak senang terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja mempengaruhi sikap. apa yang menetukan kepuasan kerja ?- kerja yang secara mental menantang. kesempatan menggunakan ketrampilan / kemampuan, tugas yang beragam, kebebasan, dan umpan balik.
- ganjaran yang pantas. sistem upah dan kebijakan promosi yang adil.
- kondisi kerja yang mendukung. lingkungan kerja yang aman, nyaman, fasilitas yang memadai.
- rekan kerja yang mendukung. rekan kerja yang ramah dan mendukung, atasan yang ramah, memahami, menghargai dan menunjukan keberpihakan kepada bawahan.
- kesesuaian kepribadian dengan pekerjaan. bakat dan kemampuan karyawan sesuai dengan tuntutan pekerjaan.
kepuasan kerja yang rendah, mengakibatkan keluhan, absensi, dan tingkat turnover tinggi. Namun membuat tingkat produktifitas rendah juga.
anak² CB Bandung , , baru aja selesai touring. Ngga jauh sih , , cuman ke purwakarta. Tapi gilanya , , pulang dari purwakarta jam setengah 4 sore , nyampe bandung jam 10 malem  dasar , , , berhubung pengne jalan² , jadi rute dari purwakarta - bandung , , ngambil jalan subang - lembang - bandung. Biar nuansanya enak , , dan perjalanan bisa sambil menikmati pemandangan yang indah. Tapi sayang beribu sayang , , malah masalah² motor tua mulai menghampiri satu persatu. ahahahahaha . . . bikin kesel juga sih , , baru 5 mnt berhenti , , ato ngga baru 10 mnt berhenti. Pasti aja ada salah satu yang mengalami masalah. hahahaha . . .tapi malah , , disanalah letak seninya. Anak² makin akrab dan malah banyakan bercandanya dari pada bikin BT nya. hahahahaha , , paling berkesan , , tidak akan terlupakan seumur hidup. Mantabh , , , dah ah , , dah ngantuk banget nih , , boboQ dulu. Kemaren cuman tidur 1 jam sih. maen gaplehhhh , , , rameeee
haduh , , lagi-lagi tentang provider telepon seluler. setelah kemaren-kemaren dibuat kesel oleh flexi . . . sekarang , , XL bebas dengan PD nya memasang tarif Rp 0,1/detik.Kirain emang bener kayak gituh , , eh , , taunya tetep juga ada syarat. halah....halahh ..... tarif Rp 0,1/detik setelah 2,5 menit ke seluruh nomor, dan tarif khusus Rp 35/SMS ke sesama XL (untuk pengiriman SMS ke 11-25) . . . cape dech . . . mana itu pun ternyata cuman promo , , berlaku mulai 18 Januari hingga 30 April 2008. halah....halah.....
dan barusan (detik sekarang ini), , dibuat kesel pula oleh flexi sialan ! ! ! masa mailbox masuk pulsa ! ! ! ! ! ! tai ! ! ! ! ngga aktif ya ngga aktif . . . dasar pencuri pulsa ! ! ! Fuck ! ! !
| |